Pengurangan-Pengurangan Dalam Klaim Asuransi Umum

Ali Reza

 

Mungkin sebagian dari Anda kecewa ketika mendapat penggantian kerugian dari perusahaan asuransi karena berbagai pengurangan-pengurangan. Namun jika Anda teliti membaca polis dan mendapat penjelasan baik itu pada saat penutupan asuransi maupun dari bagian klaim. maka pengurangan itu merupakan sesuatu yang wajar. Dan barangkali yang menjadi  masalah selanjutnya adalah besarnya pengurangan itu.

Berikut adalah beberapa pengurangannya:

  1. Deductible

Deductible merupakan risiko yang ditanggung oleh tertanggung pada saat terjadi klaim. Ini artinya tertanggung menahan sendiri sebagian dari beban kerugiannya karena tertanggung dianggap mampu memikul besarnya risiko tersebut.

Deductible biasa ditulis dalam presentase ataupun jumlah nominal. Bila dalam presentase maka akan tertulis seperti ini:

Deductible 1% of Total Sum Insured (TSI)/anyone accident, artinya penggantian kerugian dikurangi jumlah 1% setiap terjadi kecelakaan dari nilai yang diasuransikan (jumlah pertanggungan).

Contoh:

TSI: Rp 100.000.000,-

Jumlah klaim: Rp 50.000.000,-

Maka jumlah klaim yang akan diterima tertanggung adalah:

50.000.000 – (100.000.000 x 1%) = 49.000.000

Bentuk deductible juga bervariasi, seperti contoh berikut:

Dedutible 1% of TSI/anyone accident, min. Rp 500.000,-

Atau hanya Deductible Rp 500.000,-

2. Under Insured (pro rata based)

Penggantian prorata diterapkan karena tertanggung tidak mengasuransikan propertinya sama dengan harga pasaran dan menyebabkan ada bagian yang tidak diasuransikan. Ini biasa pakai dalam asuransi kebakaran dan asuransi mobil.

Misal: Harga pasaran rumah Rp 100.000.000,-, namun tertanggung hanya mengasuransikan sejumlah Rp 70.000.000,-, maka jika terjadi klaim akan dihitung prorata.

Contoh:

TSI: Rp 70.000.000,-

Jumlah klaim: Rp 50.000.000,-

Maka jumlah klaim yang akan diterima tertanggung adalah:

70.000.000/100.000.000 x 50.000.000 = 35.000.000

35.000.000 – 1.000.000 (deductible) = 34.000.000

3. Depresiasi (Penyusutan)

Depresiasi dimaksudkan bahwa asuransi akan mengganti kerugian sesuai dengan kondisi barang sesaat sebelum terjadi kecelakaan.

Misal: Harga pasaran rumah Rp 100.000.000,-, namun tertanggung hanya mengasuransikan sejumlah Rp 70.000.000,-, maka jika terjadi klaim akan dihitung prorata dan pengurangan depresiasi.

Contoh:

TSI: Rp 70.000.000,-

Jumlah klaim: Rp 50.000.000,-

Depresiasi: 5%

Maka jumlah klaim yang akan diterima tertanggung adalah:

50.000.000 – 5% = 47.500.000

70.000.000/100.000.000 x 47.500.000 = 33.250.000

33.250.000 – 1.000.000 (deductible) = 32.250.000

Kita ketahui bahwa jika Anda berpikir seharusnya menerima klaim sebesar Rp 50.000.000,-, namun Anda hanya menerima Rp 32.250.000,- maka selisihnya merupakan jumlah yang besar (Rp 17.750.000,-). Karena sekarang Anda sudah mengetahui dimana letak pengurangannya maka sebaiknya Anda mengantisipasinya dengan mengasuransikannya sesuai dengan harga pasaran, sedangkan untuk depresiasi Anda bisa menanyakan langsung pada petugas asuransi dasar penerapan presentasenya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s