Mari Berlayar Dengan Aman. (Sedikit menjelajah ke masa lalu)

Ali Reza

Ada banyak cabang dalam asuransi, mulai dari asuransi kendaraan bermotor hingga asuransi jiwa. Seorang marketing asuransi pernah berkata: “Apa sih yang tidak bisa diasuransikan?” Masing-masing cabang asuransi memiliki karakter yang berbeda tergantung jenis pertanggungan yang ditutup. Kita akan membahas salah satu cabang asuransi tertua, yaitu asuransi pengangkutan barang (marine cargo insurance). Namun sebelum berlayar lebih jauh, saya akan mengajak Anda menjelajah ke masa lalu.

Saat itu jauh sebelum kita lahir, sebelum Starbucks berdiri dan sebelum Titanic tenggelam, orang-orang Yunani kuno sudah melakukan prinsip-prinsip dalam asuransi laut, salah satunya adalah prinsip General Average Sacrifice atau Pengorbanan Umum. Tindakan General Average dilakukan untuk keselamatan bersama. Salah satu teman Yunani kita sedang kesulitan di tengah samudera pasifik dengan kapalnya yang kandas. Sementara itu badai sedang mengintai lautan. Ia harus berpikir dan bertindak cepat. Lalu ia memutuskan untuk membuang beberapa muatan (cargo) ke laut guna meringankan beban kapal agar kapal bisa terus berlayar. Singkat cerita kapal dapat bergerak setelah beberapa muatan dibuang. Ia, kapal dan muatan yang lainnya sampai di tempat tujuan denan selamat. Dan untuk mengganti kerugian muatan yang dibuang ke laut maka pemilik muatan yang selamat memberikan kontribusi kepada pemilik muatan yang muatannya dibuang ke laut. Mereka melakukannya dengan adil.

Dan sejarah terus berlanjut hingga seorang pria bernama Edward T. Lloyd membuka sebuah kafe. Kafe ini tempat berkumpulnya kalangan elit di bidang perdagangan dan pelayaran. Di sini selain dapat menikmati kopi dan donat, mereka dapat saling bertukar informasi, gosip, keuangan dan yang terpenting adalah risiko.

“Bagaimana cuaca di lautan Hindia, Smithy?”

“Cerah … bagus untuk berlayar”

“Tapi aku khawatir pada Kapten Jack Sparrow.”

“Jack Sparrow sedang liburan ke Bali”

Seiring berjalannya waktu Llyod berubah menjadi sebuah perusahaan yang mempunyai anggota orang-orang kaya yang bersedia menanggung risiko perjalanan dimana sebelumnya si pemilik barang membayar sejumlah uang (premi) kepada mereka. Mereka disebut sebagai Underwriters.

“Kami akan berlayar, tuan. Do’akan keselamatan kami” ucap seorang saudagar.

“Selamat jalan, semoga sampai ke tempat tujuan” balas seorang underwritrer, melambaikan tangan dan mendo’akan mereka agar selamat.

Pembaca yang budiman, sama seperti itulah yang perusahaan asuransi lakukan hingga saat ini, selain menanggung risiko mereka pun mendo’akan kliennya agar selamat (disamping mengharapkan uang premi mereka).

Kini, asuransi pengangkutan barang tidak hanya melindungi muatan selama perjalanan di laut melainkan juga melindungi perjalanan di darat dan udara. Dan dari asuransi marine cargo inilah lahir bermacam-macam cabang asuransi lainnya termasuk asuransi jiwa.

Di sesi berikutnya kita akan belajar tentang prinsip-prinsip asuransi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s